Selasa, 22 November 2016

“Kados Sangsam Kang Kasatan”


“Kados sangsam kang kasatan,
Denya ngorong mring toya;
Nggih makaten duh, Pangeran...
Pangoronging tyas kula..!”
..................................................
(S’perti rusa yang haus,
Mencari sungai yang berair;
Demikianlah Ya, Tuhan...
Begitu haus jiwaku akan Engkau..!)
....................................................
Demikianlah bait pertama dari syair lagu Kidung Pasamuan Jawi (Kidung Pujian Bahasa Jawa) tersadur dari kitab sang pemazmur pasal 42 yang Mas Hanang ajarkan padaku saat malam hari di Perumahan RSS Sehati blok C. no: 58. Hingga kini masih lekat di ingatan nada lagu itu, dengan jelas kudapat nyanyikan. Dengan petikan gitar yang penuh penghayatan Mas Hanang menyanyi. Untuk waktu yang cukup lama aku tidur sekamar dengan Mas Hanang tetapi beda kasur. Aku tidur diatas ranjang kayu besar yang sebenarnya cukup untuk dua orang tetapi Mas Hanang memilih tidur di kasur diatas lantai tanpa ranjang agar dia bisa menaruh sekat dari kain sebagai horden pembatas. Sepasang paku ditancapkan di dinding dan dengan sebuah kain besar dan panjang ia menjahit kain hordennya sendiri di seutas tali. Mengapa? Karena ia mau menjadikan ruangan khusus di balik sekat horden itu sebagai “ruang maha kudus” agar dia bisa menyendiri berdoa dan membaca Alkitab. Percaya atau tidak, lebih dari sekali dua kali saya melihat dengan mata kepala saya sendiri Mas Hanang duduk di kursi meja-belajarnya membaca Alkitab lebih dari dua jam dengan bersuara layaknya orang membaca deklamasi puisi sastra. Setelah istirahat makan dan minum Mas Hanang melanjutkan kembali pembacaanya yang begitu khusuk penuh penghayatan. Dengan telingaku sendiri aku mendengarnya dia duduk membaca. Sembari tiduran aku mendengarnya hingga aku tertidur pulas. Tak sengaja tiba-tiba kira-kira jam 2 dini hari aku terjaga karena mimpi, ketika aku sadar mengusap-usap mata, Mas Hanang masih khusuk membaca Alkitab. Kamar yang gelap, hanya ada sorot lampu meja belajar Mas Hanang, suaranya memecah kesunyian malam dimana setiap orang sedang nikmat terlelap. Aku cuma geleng-geleng kepala lalu tidur lagi. Sadar atau tidak kini aku mengerti bahwa Tuhan memakai Mas Hanang untuk menginspirasiku menjadi orang yang mencari kebenaran. Bukan cuma satu kali saja Mas Hanang mengajakku pergi ke Gereja di gereja GKJ 55 depan UKSW. Dia mengajakku datang KKR, mengikuti retret hingga membaca buku-buku rohani, theology, majalah rohani, renungan harian, hingga apologetika. Kesan yang kudapat dari dia adalah dengan serius menggali dan menggali untuk menemukan harta karun kebenaran.  
Waktu itu masih kecil, belum sekolah, sekitar 4 atau 5 tahun umurku. Kuingat Mas Hanang paling jago menembak. Bersama beberapa temannya Mas Hanang keliling kampung dan kebun menembak burung. Sering ikut dengan rombongan mereka, tugasku membawa seutas tali rafia panjang. Ketika ada burung jatuh tertembak, tugasku segera berlari, mencari, mengambil burung itu, mengikat kakinya pada tali. Ketika sore hari menjelang maghrib tali panjang itu penuh dengan burung-burung yang kakinya rapat terikat. Sampai-sampai aku  harus mengalungkannya pada leher, mengitarkan pada pinggang dan memegangnya dengan kedua tangan sisanya. Setelah mereka pulang mandi, berkumpul lagi di dapur rumahku untuk mengolah burung-burung tadi. Direndam air panas dan dicabuti bulunya, dibumbui dengan garam, bawang putih dan lada ketumbar putih dan kemudian digoreng. Ramai-ramai bersama teman-teman menikmati renyahnya daging burung-burung goreng sambil bermain kartu, monopoli dan karambol. Mas Hanang tidak pelit membagi hasil buruannya agar teman-teman ramai menikmati. Banyak teman-teman berkumpul di teras rumah Jalan Pramuka no: 17 kampung Krajan, Kelurahan Salatiga, rumah papan kontrakan sederhana milik almarhum Bapak Wardoyo dengan halaman luas di bawah pohon kelengkeng besar dekat kantor kelurahan yang sekarang telah direnovasi menjadi tempat kursus. Disitu saya mengenang kesan indah dari pelajaran kehidupan sederhana bahwa hidup itu indah bila kita mau berbagi dan memiliki banyak teman. Ya! Memiliki banyak teman! Saya tidak pernah mungkin bisa hidup di perantauan di Bali maupun di Maluku Utara seandainya Tuhan tidak memberikan kakak yang menabur benih mentalitas untuk menghargai pentingnya “berteman” dan “berbagi.”
                        Waktu itu kelas 6 SD. Aku ikut lomba siswa teladan, ada kurang lebih 100 siswa yang berkompetisi; mereka masing-masing adalah anak-anak paling pintar dari sekolah-sekolah dasar se kota Salatiga. Merasa grogi dan minder tentunya! Malam sebelum final, dengan gitar Mas Hanang mengajakku berdoa, malam itu kami menyanyi sebuah lagu: “Berserah  kepada Yesus tubuh roh dan jiwaku...” Malam itu kami menyanyi, menyanyi dan menyanyi dengan sangat khusuk. Hatiku hancur terharu. Entah kenapa aku menangis. Satu hal, Tuhan memakai Mas Hanang menabur benih lapar dan haus akan Tuhan di hatiku. Malam itu aku merasakan indahnya berdoa di Hadirat Tuhan. Kemudian aku tidur dengan hati yang begitu damai, tanpa peduli lagi, tanpa khawatir apakah besok aku menang ataukah tersingkir dari kompetisi siswa teladan tersebut. Aku tidur lelap setelah lama menangis di dalam doa bersama Mas Hanang. Tanpa beban aku mengikuti kompetisi hari kedua setelah hari pertama menjalani test tertulis ujian SD rasa SMP. Kujalani semuanya dengan tenang: praktek elektronika membuat bel 10 nada, menari adat Jawa-Tengah “Perang-Perangan” (setelah dikarbit 5 hari), menyanyi lagu nasional dan lagu pilihan bebas, test wawancara (dengan dicecar banyak pertanyaan), menyanyo lagi nasional dan test bermain musik (keyboard, lagu sederhana tentunya). Sore hari tanpa dag dig dug sedikitpun entah kenapa hatiku begitu ikhlas tanpa beban mengakhiri kompetisi hari kedua yang sangat padat itu padahal hari itu aku sempat membuat sebuah kesalahan fatal ketika praktek elektronika membuat rangkaian bel 10 nada sehingga lampu seluruh ruangan test mati karena aku menyebabkan konslet! Kesalahan yang mungkin saja bisa mendapat sanksi pinalty. Esok harinya kami hadir untuk mendengarkan hasil keputusan dewan juri setelah mengakumulasi seluruh perolehan nilai dari test keseluruhan. Aku keluar sebagai Juara Pertama! Yiiihhuuuwww....yyeeeehhoo..yiiihhaah..! Aku menerima hadiah langsung dari walikota saat upacara bendera di halaman kantor dinas walikota Salatiga berupa piala, piagam dan uang. Aku mengucap syukur pada Tuhan karena Mas Hanang mengajariku pentingnya “berdoa dan bekerja.” Aku tidak pernah menduga aku akan keluar sebagai juara mengingat ketatnya seleksi dan banyaknya ragam test dan banyaknya jumlah peserta yang berkompetisi tetapi Mas Hanang menabur benih di hatiku bahwa doa orang yang percaya besar kuasanya.       
                        Dibalik sifatnya yang keras Mas Hanang punya sifat melatih dan mendidik. Kira-kira aku masih kelas 2 sampai 3 SD setiap jam setengah 4 pagi dia membangunkanku. Tentu aku merasa malas dan berat hati! Tapi mana berani aku melawan Mas Hanang? Kepalan tangannya keras, kepalan tangan master Kungfu! Waktu itu kurang lebih tahun 1992 dan 1993, Salatiga masih berhawa pegunungan dan belum panas seperti sekarang! Di tengah hawa dingin Salatiga kala itu Mas Hanang “memaksa” jogging pagi menemani dia kurang lebih satu jam hingga jam setengah 5. Rute yang paling sering dilewati adalah keluar jalan Pramuka lalu turun jalan Patimura, menuruni Pasar Sayangan, Dhomas, Mbulu/ Mbugel hingga dekat Pabelan (itu jalan menurun); kemudian balik lagi pulang (jalannya nanjak!) atau melewati jalan Patimura, bundaran Kaloka, Diponegoro, melewati Kantor Pos (itu menurun) menuju lapangan Pancasila dan berputar-putar di lapangan Pancasila entah berapa kali lalu pulang lagi lewat Kantor Pos (nanjak!). Lalu Mas Hanang melatih aku kungfu Jet-Kun-Do, sejenis aliran bela diri yang dikembangkan Bruce Lee dari dasar-dasar Winchun seperti di film Ipman. Mas Hanang biasanya melatih banyak murid yang belajar ilmu bela-diri JetKunDo kadang di gedung GPD (Gedung Pertemuan Daerah), di AMA atau di UKSW; nah sebelum melatih banyak orang dia melatihku di pagi hari sebagai “micro teaching” agar lebih siap melatih banyak orang sore harinya. Setelah jogging satu jam, berlatih kungfu 1 jam, aku bersiap-siap mandi, makan lalu berangkat sekolah. Sungguh melelahkan! Tetapi hasil didikan Mas Hanang mendatangkan manfaat positif bagiku. Dari SD sampai lulus kuliah aku belum pernah dirawat di Rumah Sakit, Halleluya! Puji TUHAN! Aku bersyukur Tuhan menganugrahi aku berkat kesehatan lewat kegemaran berolahraga yang Mas Hanang tularkan sehingga aku punya nafas yang cukup panjang, punya stamina yang cukup untuk bermain sepak-bola lapangan besar bermain full-time sebagai gelandang yang musti maju-mundur naik turun membantu bertahan dan menyerang, mendaki gunung dan bermain basket. Ada berkat dibalik didikannya yang keras. Juga masih kuingat jelas sehari sebelum Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional--- sekarang UN) kelas 6 SD aku bermain sepak-bola dengan teman-teman sekampung disawah yang kami permak jadi lapangan hingga lewat jam 6 petang. Aku pulang sekitar jam 6 lebih seperempat saat sudah sangat gelap dan bola sudah tidak kelihatan lagi (tidak seperti di Indonesia Timur yang masih terang hingga hampir jam 7 malam, di Jawa Tengah jam 6 lebih itu matahari sudah terbenam sepenuhnya). Waktu masuk pintu rumah:
“Sesok ki kowe Ebtanas, ngerti rak?!!!” (Besok itu kamu ujian Ebtanas tau nggak?!!!”)
“Plak..!!!”, telapak tangan kanan Sang Guru Kungfu mendarat di pelipis kiri. Kepala pusing terputar-putar, mata berkunang-kunang, nyaris pingsan! Tangan itu biasa memukul bambu keras hingga patah dan biasa memecah batu-bata saat latihan. Setelah tiduran agak lama meringis sakit. Aku bangun menaati instruksi kakak nomor dua ini untuk belajar hingga lewat larut malam setelah minum kopi kental manis! Setelah keluar pengumuman hasil Ebtanas aku meraih juara pertama dengan NEM (Nilai Ebtanas Murni) tertinggi. Aku mendapat piagam sebagai peraih NEM tertinggi sesekolahan, segugus dan serayon! Setelah itu aku mendaftar masuk SMP Negeri 1 Salatiga—favorit dan terbaik di kota Salatiga. Dari sekitar 400 anak yang mendaftar hanya 240 yang diterima (6 kelas x @40 siswa) nomor pendaftaranku berada di urutan rangking satu, --paling atas di jurnal daftar penerimaan siswa baru—karena perolehan nilai berdasarkan hasil NEM ditambah kredit point dari piagam penghargaan. Itu semua tak lepas dari support dan didikan Mas Hanang. Aku ingat Mas Hanang mengingatkanku untuk belajar, ikut bersama guru pembimbing dari sekolahan mendampingiku ikut lomba siswa teladan, membawaku ke Mas Gerson Sigilipoe pianis organ GKJ 55 agar mengajariku bermain keyboard), mengikatkan lilitan tali tongkat pramukaku lain dari kawan-kawan yang lain dengan motif rantai-rantai ganda yang kuat dan rapi, melipatkan kain hasduk merah-putih untuk dasi di leher seragam pramuka, merapikan caraku memakai baret pramuka agar tampak mirip kopasus hahahaey..., membetulkan caraku memasukkan pakaian seragam ke celana, mengikatkan tali-sepatu dan masih banyak lagi. Hanya orang yang mengasihi kitalah yang sempat memperhatikan hal-hal kecil dalam hidup kita sebab mereka perduli untuk memperhatikan hidup kita hingga mendetail. Dibalik gayanya yang keras aku melihat kasih-sayang.
        Satu hal lain yang aku belajar dari Mas Hanang adalah mengayomi yang lebih lemah. Sore itu aku bermain di lapangan bersama teman-teman di kampung. Ada beberapa anak seusia SMP dan SMA yang mempermainkan dan mengeroyok aku yang masih anak SD hingga aku menangis. Aku pulang sambil menangis. Mas Hanang melihat aku menangis, dia bertanya:
“Sapa sing marakke kowe nangis?” (Siapa yang buat kamu menangis?) Lalu kuceritakan bahwa anak-anak yang lebih besar mengeroyokku. Tanpa bicara sepatah kata, Mas Hanang bergegas ke lapangan hanya dengan celana kolor dan kaos dalam singlet. Aku membuntuti dibelakangnya.
“Sapa sing nggarai adhiku nangis??!!” (Siapa yang bikin adekku menangis??!!) Kakakku bentak keras. Tidak ada satupun yang berani menyahut. Satu persatu dapat lap! Satu orang satu pukulan mereka tumbang ke tanah satu persatu sampai ampun-ampun. Aku tersenyum sambil berkacak pinggang melihat pembalasan bagiku dari Mas Hanang. Esok siang hari ketika aku pulang sekolah mereka berpapasan denganku:
”Met siang Ung...” Sapa mereka dengan penuh sopan merendah karena takut dapat hajar dari kakakku lagi hihihi.... Aku tak menjawab. Hanya senyum simpul kemenangan. Setidaknya aku merasa bangga punya kakak yang mengayomiku sehingga aku merasa aman. Beberapa tahun kemudian, aku punya seorang teman bernama Iwan. Orangnya kecil, lemah, kurus dan penakut. Ada satu orang kawan lain bernama Gunawan yang suka mengejek dan menghina Iwan. Iwan tersinggung karena Gunawan mengejek katanya Iwan hanya memanfaatkan kebaikan hati Ci’ung. Iwan takut. Aku datangi Gunawan. Aku pukul keras dengan salah-satu jurus yang pernah diajarkan Mas Hanang. Alamak! Giginya copot satu! Bibirnya berdarah. Setidaknya aku belajar mengayomi yang lemah. Kini aku sudah dewasa dan tahu bahwa Tuhan tidak suka cara kekerasan, tapi untuk seorang Ci’ung kecil setidaknya cukuplah belajar arti keberanian dan mengayomi yang lebih lemah seperti yang Mas Hanang pernah lakukan padaku.           
          Dari Mas Hanang aku juga belajar untuk menghormati hubungan keluarga dan silaturahmi. Waktu liburan, Mas Hanang pernah mengajakku pergi ke Desa Sawit, Kecamatan Mbanyurip, Kabupaten Purworejo; kampung dimana aku dilahirkan sebelum aku diboyong ke Salatiga pada usia 17 bulan. Mas Hanang mengenalkanku pada Pakdhe, Budhe, Paklik, Bulik, Sepupu dan saudara-saudara jauh dari kakek-nenek buyut. Mas Hanang menceritakan silsilah dan kisah-kisah ketika kakek nenek masih muda. Mas Hanang mengenal baik keluarga besar kami dan terus berusaha menjaga silaturahmi.
        Kamis, 6 November setelah menghadiri pernikahan adik bungsu laki-laki terkasih Herling Sasmito, aku telah sampai kembali di Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara tempatku merantau dan berkarya. Aku begitu terkejut mendengar kabar meninggalnya Mas Hanang, begitu tiba-tiba sekali. Mas Hanang meninggal ketika kami tidak sedang di sisinya karena kami tidak sedang bersamanya, dia sedang menjalani perawatan rehabilitasi mental di Solo. Dia pasti merasa kesepian, bagaikan rusa yang haus yang merindukan aliran air; demikianlah pula Mas Hanang pasti haus akan cinta kasih, perhatian dan kasih sayang. Tuhan adalah saksi betapa aku menangis dengan hati hancur. Tetapi aku bersyukur, aku yakin Mas Hanang sekarang sudah berada di Surga, di tempat yang sudah tiada lagi air mata. Bukan di tempat yang tandus dengan sungai kering tiada berair. Aku percaya dia berada bersama Kristus Sang Gembala jiwanya, Sang Gembala Agung yang membaringkan dia di padang yang berumput hijau, di tempat yang penuh dengan taman indah dan alirai sungai yang sejuk dan tenang. Sebab Tuhan Yesus telah melihat kerinduan hati Mas Hanang akan kebenaran, Dia berjanji: “Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Injil Matius 5:6). Aku yakin dan percaya Mas Hanang akan puas, bahagia, senang dan puas disana sebab ia memiliki hati yang lapar dan haus akan kebenaran. Nampak dari pengejarannya akan Firman dan ternyatakan ketika ia melantunkan kerinduan hatinya yang terdalam:    
“Kados sangsam kang kasatan,
  Denya ngorong mring toya;
 Nggih makaten duh, Pangeran...
 Pangoronging tyas kula..!”

                                                                      





Rabu, 25 Januari 2012


PERATURAN
PERMAINAN
FUTSAL
FIFA

















PERATURAN  1
LAPANGAN

UKURAN
Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis gawang:
Panjang        : Minimal                  25 m
                      Maksimal               42 m
Lebar           : Minimal                  15 m
                      Maksimal                25 m
Ukuran Pertandingan Internasional:
Panjang        : Minimal                   38 m
                      Maksimal                42 m
Lebar           : Minimal                  18 m
                      Maksimal               22 m

TANDA  LAPANGAN
  • Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk garis pembatas lapangan. Garis yang lebih panjang disebut garis samping (touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line).
  • Lebar garis pembatas 8 cm.
  • Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.
  • Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan lingkaran pada titik tengah dibuat dengan radius 3 m.

DAERAH  PINALTI
Daerah Pinalti ditandai pada masing-masing ujung lapangan sebagai berikut :
  • Seperempat Lingkaran, dengan radius 6 m, ditarik sebagai pusat diluar dari masing-masing tiang gawang.
  • Seperempat lingkaran digambarkan garis pada sudut kanan hingga garis gawang dari luar tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan dengan garis sepanjang 3,16m berbentuk paralel/sejajar dengan garis gawang antara kedua tiang gawang tersebut.

TITIK  PINALTI
·         Titik Pinalti Pertama digambarkan 6 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.

TITIK  PINALTI  KEDUA
Titik pinalti pertama digambarkan di lapangan 10 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.

TENDANGAN  SUDUT
Seperempat Lingkaran dengan radius 25 cm ditarik di dalam lapangan dari setiap sudut.

DAERAH  PERGANTIAN  PEMAIN
Daerah pemain cadangan terletak pada samping lapangan dengan tempat duduk tim di kedua sisi yang sama sehingga mempermudah untuk pergantian pemain.

Daerah pergantian pemain terletak depan tempat duduk pemain cadangan dan dengan panjang 5 m. Daerah ini ditandai pada masing-masing sisi dengan garis yang memotong garis samping, dengan lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm digambarkan didalam lapangan dan 40 cm diluar lapangan.

Daerah Bebas berjarak 5 m dari garis tengah dan garis samping. Daerah bebas ini, secara langsung didepan pencatat waktu dan harus tetap dalam keadaan kosong dan bebas pandangan.

GAWANG
Gawang harus ditempatkan pada bagian tengah dari masing-masing garis gawang. Gawang terdiri dari dua tiang gawang (goal post) yang sama dari masing-masing sudut dan dihubungkan dengan puncak tiang oleh palang gawang secara horizontal (cross bar).

Jarak antar tiang ke tiang gawang 3 m dan jarak dari ujung bagian bawah tanah ke palang gawang adalah 2 m.

Kedua tiang gawang dan palang gawang memiliki lebar dan dalam yang yang sama yakni 8 cm. Jaring dapat dibuat dari nilon yang diikat ke tiang gawang dan palang gawang dibahagian belakang yang diberi beban.

KESELAMATAN
Gawang boleh dipindahkan, tetapi harus dipasangkan secara aman selama permainan.

PERMUKAAN  LAPANGAN
Permukaan lapangan harus mulus, rata dan tidak kasar. Disarankan penggunaan kayu atau lantai parkit, atau bahan buatan lainnya. Yang harus dihindari adalah penggunaan bahan dari beton atau korn blok.


KEPUTUSAN  DAN  PENEGASAN

KEPUTUSAN  1
Jika garis gawang antara 15 hingga 16m, maka radius seperempat lingkaran hanya diukur sebesar 4m. Dalam hal ini, tanda titik pinalti tidak lagi ditempatkan pada garis yang dibatasi daerah pinalti, tetapi berada tetap pada jarak 6m dari titik tengah antara posisi kedua tiang gawang.
KEPUTUSAN  2
Penggunaan lapangan yang datar dan berumput alami, atau rumput buatan diperbolehkan hanya untuk pertandingan lokal, tetapi tidak untuk pertandingan-pertandingan yang bersifat Nasional dan Internasional.
KEPUTUSAN  3
Tanda/titik dapat digambarkan di luar lapangan, 5 m dari busur pojok pada sudut kanan dan kiri dari garis gawang untuk memastikan bahwa jarak ini dapat diamati apabila tendangan sudut dilakukan. Lebar tanda/titik ini adalah 8 cm.
KEPUTUSAN  4
Tempat duduk pemain cadangan, berada dibelakang garis pembatas lapangan tepat disamping daerah bebas yang berada di depan meja pencatat waktu.

PERATURAN  2
BOLA

KUALITAS  DAN  UKURAN
Bola harus :
  • Berbentuk bulat.
  • Terbuat dari kulit atau bahan lainnya.
  • Minimum  diameter 62 cm dan maximum 64 cm.
  • Berat bola pada saat pertandingan dimulai minimum 400 gram dan maximum 440 gram.
  • Tekanannya sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400 – 600 g/cm³).

PENGGANTIAN  BOLA  RUSAK
Jika bola pecah atau rusak dalam suatu pertandingan:
  • Pertandingan dihentikan sementara.
  • Pertandingan dimulai kembali dengan menjatuhkan bola pengganti di tempat dimana bola pertama tersebut rusak.
Jika bola pecah atau menjadi rusak ketika bola tidak dalam permainan pada saat permainan dimulai, tendangan gawang, tendangan pojok, tendangan bebas, tendangan pinalti atau tendangan ke dalam :
  • Pertandingan dimulai kembali sesuai dengan peraturan biasa.
  • Bola tidak dapat diganti selama pertandingan tanpa ijin dari wasit.


KEPUTUSAN  1
Bola dari kulit laken/bulu (felt ball) tidak diperbolehkan.

KEPUTUSAN  2
Bola tidak diperbolehkan memantul kurang dari 55 cm dan tidak boleh lebih dari 65 cm pada pantulan pertama ketika dijatuhkan dari ketinggian 2 m. Dalam suatu pertandingan atau kompetisi, hanya bola-bola yang memenuhi persyaratan teknis minimal yang diatur dalam Peraturan No.2 diperbolehkan untuk digunakan.

Dalam suatu pertandingan atau kompetisi FIFA dan pertandingan lainnya di bawah pengawasan konfederasi, penggunaan bola Futsal tergantung pada tiga logo persyaratan yang tercantum pada bola:
Logo resmi “FIFA  APPROVED” atau “FIFA  INSPECTED” atau Referensi “International  Match  Ball  Standard”

Logo yang tertera pada bola menyatakan bahwa bola tersebut telah diuji secara resmi dan sesuai dengan persyaratan teknis, masing-masing kategori beda spesifikasi yang diatur dalam Peraturan No.2, daftar persyaratan tambahan ditentukan pada setiap kategori dikeluarkan oleh FIFA. Institusi yang ditunjuk oleh  FIFA yang akan melaksanakan pengujian tersebut.

Asosiasi Nasional dapat menyetujui penggunaan bola yang akan digunakan untuk kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisi yang digelar, bola yang digunakan harus memenuhi salah satu dari tiga persyaratan yang telah ditetapkan dari Peraturan No.2
Apabila asosiasi nasional memperbolehkan penggunaan bola berlogo “FIFA APPROVED” atau “FIFA  INSPECTED” untuk kompetisinya sendiri, maka asosiasi nasional juga harus memperkenankan penggunaan bola yang memegang rancangan bebas royalti “Internasional  Matchball  Standard”.

Didalam kompetisi FIFA dan kompetisi lainnya dibawah pengawasan konfederasi serta asosiasi nasional, tidak diperbolehkan bentuk iklan komersial apapun tertera pada bola tersebut, kecuali untuk plakat kompetisi, penyelenggara kompetisi serta merek dagang pabrik pembuatnya dengan membatasi ukuran dan jumlah tanda-tanda tersebut.




PERATURAN  3
JUMLAH  PEMAIN

PEMAIN
Dalam setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim, masing-masing tim terdiri dari lima pemain, salah satu diantaranya adalah penjaga gawang.

PROSEDUR  PERGANTIAN  PEMAIN
Pergantian pemain dapat dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan berlangsung dengan mengikuti peraturan kompetisi resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, konfedarasi atau asosiasi.
Jumlah pemain cadangan atau pemain pengganti maximum tujuh orang pemain.
Jumlah pergantian pemain selama pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Seorang pemain yang telah diganti dapat masuk kembali kedalam lapangan untuk menggatikan pemain lainnya.

Pergantian pemain dapat dilakukan pada saat bola didalam atau diluar permainan dengan mengikuti persyaratan sebagai berikut:
  • Pemain yang ingin meninggalkan lapangan harus melakukannya didaerah pergantiannya sendiri.
  • Pemain yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada daerah pergantiannya sendiri, tetapi dilakukan setelah pemain yang diganti telah melewati batas lapangan.
  • Pergantian pemain sangat bergantung kepada kewenangan wasit, apakah dipanggil untuk bermain atau tidak.
  • Pergantian dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan, dimana saat itu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.

Penjaga gawang boleh berganti tempat dengan pemain lainnya.

PELANGGARAN  DAN  SANGSI
Ketika pergantian pemain sedang dilakukan, seorang pemain cadangan masuk lapangan sebelum pemain yang akan digantikannya meninggalkan lapangan secara sempurna maka:
  • Permainan dihentikan.
  • Pemain yang diganti diperintahkan untuk meninggalkan lapangan.
  • Pemain pengganti tersebut diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
  • Permainan dimulai kembali dengan melakukan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
  • Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dengan posisi bola ketika permainan dihentikan.

Jika pada saat pergantian pemain dilakukan, pemain pengganti masuk lapangan atau pemain pengganti meninggalkan lapangan dilakukan bukan dari tempat atau daerah  pergantian pemain yang telah ditetapkan, maka:
  • Permainan dihentikan.
  • Pemain yang melanggar diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.

Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dimana posisi bola berada ketika permainan dihentikan.

KEPUTUSAN  1
Pada permulaan  permainan, setiap tim harus bermain dengan lima orang pemain.
KEPUTUSAN  2
Jika dalam suatu pertandingan yang sedang berjalan pemain dikeluarkan, maka pemain yang tersisa kurang tiga pemain (termasuk penjaga gawang), pertandingan harus dihentikan untuk seterusnya.
KEPUTUSAN  3
Ofisial tim boleh berikan instruksi taktik kepada para pemainnya selama pertandingan berlangsung. Tetapi ofisial tim tidak dapat/tidak boleh mencampuri gerakan para pemain dan para wasit, dan harus selalu berlaku dengan yang wajar.
    



PERATURAN 4
PERLENGKAPAN  PEMAIN

KESELAMATAN
Seorang pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya sendiri atau pemain lainnya, termasuk bentuk perhiasan apapun.

DASAR  PERLENGKAPAN
Dasar perlengkapan yang diwajibkan dari seorang pemain adalah:
  • Seragam atau kostum.
  • Celana pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants, warnanya harus sama dengan celana pendek utama.
  • Kaos kaki.
  • Pengaman kaki (shinguards).
  • Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. Penggunaan sepatu adalah wajib.

SERAGAM  ATAU  KOSTUM
  • Diberi nomor antara 1 – 15 dan harus tampak pada bagian belakang kostum.
  • Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.

Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.

PENGAMAN  KAKI  (Shinguards).
  • Secara keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki.
  • Terbuat dari bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis).
  • Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup.

PENJAGA  GAWANG
  • Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luar harus di tutup dengan kaos kaki.
  • Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta wasit.
  • Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri.

PELANGGARAN  DAN  SANGSI
Untuk setiap pelanggaran dari Peraturan ini :
  • Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk kembali, ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play)

MEMULAI KEMBALI PERTANDINGAN
Jika Wasit hentikan permainan (sementara) untuk berikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning terhadap pemain (yang) melakukan pelanggaran.
  • Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit hentikan permainan
KEPUTUSAN
  1. Para pemain tidak boleh memperlihatkan kaos dalam yang memuat slogan atau iklan.
Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.
  1. Baju kaos harus pakai lengan.

PERATURAN  5
WASIT

WEWENANG  WASIT
Setiap pertandingan dipimpin oleh seorang wasit yang memiliki wewenang penuh untuk memegang teguh Peraturan Permainan sehubungan dengan pertandingan dimana ia telah ditunjuk untuk memimpinnya, terhitung mulai dari saat ia masuk sampai dengan ia meninggalkan lapangan tersebut.

KEKUASAAN  DAN  TANGGUNG  JAWAB  WASIT
  • Memegang teguh Peraturan Permainan.
  • Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu tim, namun pada saat yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Tetapi, jika kesempatan tersebut tidak dapat diraihnya, wasit tetap akan memberikan hukuman kepada tim yang membuat  pelanggaran sebelumnya.
  • Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan, termasuk memberikan hukuman terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.
  • Bertindak sebagai pencatat waktu jika ofisial/petugas yang ditetapkan, tidak hadir.
  • Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.
  • Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut.
  • Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk kedalam lapangan.
  • Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya, seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan.
  • Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan  permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya cidera ringan.
  • Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan No.2

KEPUTUSAN  WASIT
Semua keputusan wasit mengenai fakta yang berhubungan dengan permainan adalah final dan tidak dapat dirubah.
Wasit dan wasit kedua hanya dapat merubah keputusannya, jika menyadari bahwa mereka membuat kesalahan atau jika mereka beranggapan itu perlu dilakukan, asalkan permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri.
KEPUTUSAN  1
Jika wasit dan wasit kedua, secara bersamaan mengeluarkan sinyal pelanggaran secara bersamaan dan terdapat perbedaan keputusan, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.


KEPUTUSAN  2
Wasit dan wasit kedua, memiliki hak memperingatkan atau mengeluarkan pemain, tetapi jika terjadi perbedaan diantara mereka, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.

PERATURAN  6
WASIT KEDUA

TUGAS
Wasit kedua ditunjuk untuk menjalankan sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit. Ia juga diperkenankan menggunakan peluit. Wasit kedua membantu wasit untuk mengawasi pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan.

WASIT  KEDUA
  • Memiliki kekuasaan untuk menghentikan permainan untuk setiap pelanggaran Peraturan.
  • Memastikan bahwa pergantian pemain dilakukan dengan baik.

Dalam hal ini sering terjadi dimana tindakan yang diambil wasit kedua tidak sesuai dengan yang telah ditentukan, maka wasit dapat membebas tugaskan wasit kedua dari tugas-tugasnya dan mengatur pergantian wasit kedua. Seusai pertandingan melaporkannya kepada pejabat yang berwenang.
KEPUTUSAN
Penggunaan wasit kedua diwajibkan pada pertandingan Internasional.

PERATURAN 7
PENCATAT WAKTU DAN WASIT KETIGA

TUGAS  DAN  KEWAJIBAN
Seorang pencatat waktu (Timekeeper) dan adanya wasit ketiga adalah penunjukan. Mereka duduk disisi luar pada pertengahan lapangan, disisi yang sama dengan daerah pergantian pemain. Seorang pencatat waktu dan wasit ketiga dilengkapi dengan jam/pencatat waktu yang sesuai (chronometer) serta peralatan yang diperlukan lainnya untuk mengakumulasi jumlah pelanggaran yang dilakukan, yang disediakan oleh asosiasi atau klub pemilik lapangan.


PENCATAT  WAKTU  (The Time Keeper)
Memastikan bahwa lama waktu disesuaikan dengan ketentuan Peraturan No.8 dengan:
  • Menjalankan jam penghitung/pencatat waktu (chronometer) setelah tendangan permulaan (kick-off).
  • Menghentikan jam (chronometer) ketika bola tidak dalam permainan.
  • Memulai kembali permainan setelah tendangan kedalam, gol (bola masuk gawang), tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan dari titik pinalti atau titik pinalti kedua, waktu time-out atau wasit menjatuhkan bola.
  • Memeriksa waktu time-out (waktu sela) satu menit.
  • Memeriksa tepat dua menit sewaktu menghukum ketika pemain telah dikeluarkan (send off).
  • Menunjukkan akhir dari paruh pertama permainan dan akhir dari pertandingan, akhir dari perpanjangan waktu serta akhir dari time out dengan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dengan yang digunakan oleh wasit.
  • Mencatat seluruh time-out yang tersisa bagi masing-masing tim, memberitahukan wasit dan tim dengan benar serta memberikan ijin untuk time-out ketika diminta oleh pelatih kedua tim (Peraturan No.8)
  • Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing tim, yang dicatat oleh wasit dalam setiap babak dalam  pertandingan dan memberi sinyal ketika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.

WASIT  KETIGA
Wasit ketiga membantu mencatat waktu:
  • Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing pemain disetiap babak dicatat oleh para wasit dan memberi sinyal jika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
  • Mencatat penghentian permainan dan alasan-alasannya.
  • Mencatat nomor pemain yang mencetak gol.
  • Mencatat nama-nama serta nomor pemain yang mendapat peringatan dan dikeluarkan.
  • Memberikan/menyediakan informasi yang relevan mengenai permainan.

Dalam kejadian campur tangan yang tidak pantas/diluar batas dilakukan oleh pencatat waktu atau wasit ketiga, maka wasit akan membebas tugaskan mereka, mengatur penggantinya serta melaporkan kepada pihak atau pejabat yang berwenang, seusai pertandingan.

Dalam hal cidera, wasit ketiga dapat mengganti wasit atau wasit kedua.

KEPUTUSAN  1
Untuk pertandingan Internasional, diwajibkan untuk menggunakan pencatat waktu dan wasit ketiga.

KEPUTUSAN  2
Untuk pertandingan Internasional, jam pencatat waktu  (chronometer) yang digunakan harus disesuaikan dengan seluruh fungsi-fungsi yang diperlukan (pencatatan waktu yang tepat, alat untuk mencatat sewaktu menghukum dua menit bagi empat pemain secara serentak/simultaneous), serta memantau pengumpulan kesalahan oleh masing-masing tim selama setiap babak permainan.

PERATURAN  8
LAMANYA PERTANDINGAN

PERIODE  PERMAINAN
WAKTU  UNTUK  TIME-OUT (waktu sela)
Setiap Tim berhak meminta waktu untuk Time-out selama satu menit disetiap babak, kondisi berikut dapat diberlakukan untuk mendapatkan Time-out:
  • Para pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit.
  • Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat, tetapi hanya diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).
  • Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit.
  • Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan. Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim, cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) - yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan.
  • Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.

JARAK  WAKTU  ISTIRAHAT
Waktu istirahat antar babak tidak boleh lebih dari 15 menit.

KEPUTUSAN  DAN  PENUGASAN

KEPUTUSAN  1
Jika Pencatat waktu tidak ada, pelatih minta time-out kepada wasit.
KEPUTUSAN  2
Jika peraturan kompetisi menetapkan bahwa perpanjangan waktu dilaksanakan pada akhir dari waktu normal, maka tidak ada time-out selama perpanjangan waktu (extra time) tersebut.

PERATURAN 9
MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI PERMAINAN

PENDAHULUAN
Pemilihan tempat diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.

Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.

Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua.

Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.

TENDANGAN  Permulaan  (Kick-off)
Kick-off adalah cara untuk memulai permainan:
  • Pada permulaan babak pertama pertandingan.
  • Setelah gol tercetak/tercipta.
  • Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
  • Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
  • Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.

PROSEDUR
  • Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
  • Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
  • Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
  • Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
  • Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya)

PELANGGARAN  DAN  SANGSI
  • Jika penendang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran.
  • Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
  • Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off

MENJATUHKAN  BOLA = BOLA WASIT
Menjatuhkan bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan.

PROSEDUR
Salah seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan, kecuali jika dia dalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan.

PELANGGARAN  DAN  SANGSI
Bola dijatuhkan lagi/kembali..
  • Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
  • Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.
KETENTUAN KHUSUS
  • Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam daerah pinalti sendiri, boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah pinalti.
  • Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
  • Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.     

PERATURAN 10
BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN

BOLA  DILUAR  PERMAINAN
Bola diluar permainan, jika :
  • Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.
  • Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.
  • Bola menyentuh langit-langit.

BOLA  DIDALAM  PERMAINAN
Bola dalam permainan setiap waktu termasuk ketika :
  • Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
  • Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.

KEPUTUSAN
Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola. Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya.

PERATURAN 11
CARA MENCETAK GOL

GOL  MASUK  GAWANG
Kecuali ditentukan lain dari peraturan ini, dapat dikatakan gol ketika keseluruhan bagian dari bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang, asalkan bola tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari tim penyerang, termasuk penjaga gawang.

TIM  PEMENANG
Tim yang mencetak jumlah gol paling banyak selama pertandingan adalah pemenangnya. Jika kedua tim mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka pertandingan dinyatakan imbang atau seri.

PERATURAN  DAN  PERTANDINGAN
Untuk suatu pertandingan yang berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti untuk menentukan pemenangnya.

PERATURAN 12
KESALAHAN-KESALAHAN dan KELAKUKAN JAHAT

TENDANGAN  BEBAS  LANGSUNG
Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :
  • Menendang atau mencoba menendang lawan.
  • Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
  • Menerjang lawan.
  • Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
  • Memukul atau mencoba memukul lawan.
  • Mendorong lawan.

Tendangan bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang pemain melakukan pelanggaran sebagai berikut :
  • Memegang lawan.
  • Meludah pada lawan.
  • Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
  • Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
  • Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.

Tendangan bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.

Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.

TENDANGAN  PINALTI
Tendangan pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.

TENDANGAN  BEBAS  TIDAK  LANGSUNG
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :
  • Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
  • Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
  • Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
  • Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.


Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, jika  menurut pendapat wasit seorang pemain:
  • Bermain dengan cara yang membahayakan.
  • Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
  • Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
  • Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.

Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

SANGSI  DISIPLIN

Kartu kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan.

Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.

PELANGGARAN  YANG  DIPERINGATKAN
Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :
  • Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
  • Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
  • Tetap melanggar Peraturan Permainan.
  • Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
  • Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
  • Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
  • Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.

Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.

PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN  DIKELUARKAN
Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :
  • Pemain bermain sangat kasar.
  • Pemain melakukan tindakan kasar.
  • Meludah pada lawan atau orang lain.
  • Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
  • Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
  • Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
  • Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.

KEPUTUSAN  DAN  PENEGASAN
Jika permainan dihentikan untuk sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6 atau No.7, tanpa melakukan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim lawan dan dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir terjadi.



KEPUTUSAN - KEPUTUSAN
1. Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan  sebagai berikut :

  • Jika dalam permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat memasukkan pemain kelimanya.
  • Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
  • Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.
  • Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
  • Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.
2. Tergantung pada peraturan 12.
Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.
Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak.
Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 12.
3.    Menyerang yang dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).
4.    Tiap tindakan pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).
5.    Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus diberikan peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for unsporting behaviour).

PERATURAN  13
TENDANGAN  BEBAS

TENDANGAN  BEBAS
Tendangan bebas terdiri dari tendangan bebas langsung dan tidak langsung.

Untuk kedua tendangan bebas bola harus diam dan tidak bergerak dan penendang tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya sebelum disentuh/tersentuh oleh pemain lainnya.

TENDANGAN  BEBAS  LANGSUNG
Jika tendangan bebas langsung dilakukan kearah gawang dan gol terjadi, maka gol tersebut dinyatakan sah.

TENDANGAN  BEBAS  TIDAK  LANGSUNG
Gol hanya dapat tercetak dan dinyatakan sah, apabila bola tersebut sudah menyentuh/tersentuh pemain lainnya sebelum masuk kegawang.

POSISI  TENDANGAN BEBAS
  • Seluruh pemain lawan paling kurang harus berada tidak kurang banyak 5 m dari bola sampai bola dalam permainan.(until it is in play)
  • Bola kembali berada dalam permainan setelah bola ditendang, disentuh/tersentuh atau dimainkan oleh pemain lain.
  • Ketika tim bertahan laksanakan tendangan bebas dari dalam daerah pinalti sendiri, semua pemain lawan harus berada di luar daerah pinalti. Bola dalam permainan segera setelah meninggalkan keluar daerah penalti.


PELANGGARAN  DAN  SANGSI
Jika ketika tendangan bebas dilakukan, posisi lawan berada lebih dekat dengan bola dari jarak yang ditentukan maka:
  • Tendangan bebas dilakukan ulang (diulang).
Jika setelah bola berada dalam permainan, penendang menyentuh/memainkan bola kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya maka:
  • Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.  
Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.(from the place where the infringement)
Jika tendangan bebas dilakukan lebih dari 4 detik maka:
  • Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.

TANDA  ISYARAT  DARI  WASIT

TENDANGAN  BEBAS  LANGSUNG
Wasit menunjuk pada satu lengannya secara horizontal, menunjuk arah tendangan yang akan dilakukan. Dalam hal terjadinya pelanggaran yang dihitung sebagai kesalahan yang diakumulasikan, wasit menunjuk kearah posisi terjadinya pelanggaran, sementara jari lainnya memberi isyarat kepada wasit ketiga, atau ofisial pertandingan lainnya agar mengetahui bahwa pelanggaran tersebut dihitung sebagai pelanggaran yang diakumulasikan.

TENDANGAN  BEBAS  TIDAK  LANGSUNG
Wasit mengindikasikan sebuah tendangan bebas tidak langsung dengan menaikkan tangan diatas kepala. Ia tetap mengangkat tangannya dengan posisi tersebut hingga tendangan telah dilakukan dan bola telah menyentuh/disentuh pemain lain atau keluar lapangan permainan.

PERATURAN  14
PELANGGARAN  YANG  DIAKUMULASIKAN

PELANGGARAN  TERAKUMULASI
  • Hukuman tersebut dilakukan dengan memberikan tendangan bebas langsung seperti disebutkan dalam Peraturan No.12.
  • Lima kesalahan yang telah dilakukan oleh masing-masing tim diakumulasikan dibabak pertama dan dicatat dalam ringkasan pertandingan.

POSISI  TENDANGAN  BEBAS
Untuk kumpulan lima jenis pelanggaran pertama dicatat oleh kedua tim di setiap babaknya:
  • Para pemain dari tim lawan boleh membentuk dinding untuk mempertahankan tendangan bebas.
  • Seluruh pemain lawan harus berada tidak kurang berjarak 5 meter dari bola, sampai bola dalam permainan.
  • Gol dapat tercipta secara langsung dari tendangan bebas ini.

Pada permulaan dari terjadinya pelanggaran akumulasi yang keenam dicatat untuk kedua tim pada setiap babak:
  • Para pemain tim lawan tidak boleh membentuk dinding (untuk mempertahankan tendangan bebas yang diberikan akibat Pelanggaran keenam).
  • Pemain yang melakukan tendangan bebas harus diidentifikasi dengan baik dan jelas.
  • Penjaga gawang harus tetap dalam daerah pinaltinya dengan tidak kurang jarak 5 meter dari bola.
  • Seluruh pemain lainnya di lapangan harus tetap berada sejajar dengan bola dan paralel dengan garis gawang, dan diluar daerah pinalti. Mereka harus berjarak tidak kurang 5 meter dari bola dan tidak boleh mengganggu pemain yang akan melakukan tendangan bebas. Tidak boleh ada pemain lain yang boleh melewati barisannya yang sejajar dengan posisi bola (tidak boleh melewati garis imajiner) sampai bola telah disentuh atau dimainkan.

PROSEDUR
untuk pelanggaran keenam dan pelanggaran terakumulasi selanjutnya
  • Pemain yang melakukan tendangan bebas, harus menendang bola dengan tujuan mencetak gol dan tidak boleh mengoper bola kepada pemain kawan satu timnya
  • Setelah tendangan bebas dilakukan, tidak ada pemain yang boleh menyentuh bola sampai bola tersebut disentuh oleh penjaga gawang, atau telah memantul pada tiang gawang atau palang gawang atau telah meninggalkan lapangan (yang dimaksud keluar lapangan).
  • Jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran keenam bagi timnya pada posisi diantara garis tengah lapangan dan titik pinalti kedua 10 meter dari garis gawang tendangan bebas dilakukan dari titik pinalti kedua. Seperti yang telah di jelaskan pada peraturan No.1. Tendangan bebas dilakukan sesuai dengan ketentuan “Posisi dari tendangan bebas”.
  • Jika seorang pemain melakukan kesalahan keenam dari timnya dari bagian lapangannya sendiri antara garis 10 m dan garis gawang, tim yang diberi tendangan bebas tersebut dapat memilih apakah mengambilnya dari titik pinalti kedua atau dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
  • Tambahan untuk perpanjangan waktu harus diberikan untuk sebuah tendangan bebas yang dilakukan pada akhir dari setiap permainan.
  • Jika permainan masuk kedalam waktu tambahan, maka semua pelanggaran yang telah diakumulasikan dari babak kedua pertandingan, tetap berlanjut untuk diakumulasikan kedalam waktu tambahan.

PELANGGARAN  DAN  SANGSI
Jika seorang pemain dari tim bertahan melanggar terhadap peraturan tendangan dari titik pinalti kedua:
  • Tendangan diulang jika tidak tercipta gol.
  • Tendangan tidak diulang jika gol tercipta.

Jika pemain dari tim yang sama yang melanggar peraturan tendangan dari titik pinalti kedua:
  • Tendangan diulang jika gol tercipta.
  • Jika gol tidak tercipta, wasit hentikan permainan dan memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung diberikan tim lawan, dilaksanakan dari tempat bola berada ketika pelanggaran terjadi.

Jika pemain yang melakukan tendangan melanggar peraturan tendangan dari titik pinalti kedua, ini setelah bola dalam permainan:
  • Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi kecuali kejadian ini terjadi didalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini tendangan bebas langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada saat tempat terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pemain dari tim bertahan dan pemain dari tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan ini:
  • Tendangan bebas diulang.
Jika bola mengenai sesuatu (benda) setelah disentuh / ditendang ke depan.
  • Tendangan bebas diulang.
Jika bola mantul ke dalam permainan dari penjaga gawang, dari palang gawang atau dari tiang gawang dan kemudian mengenai sesuatu (benda):
  • Wasit hentikan permainan (sementara);
  • Memulai kembali permainan dengan menjatuhkan bola (=dropped ball) pada tempat dimana bola mengenai sesuatu (benda) .

PERATURAN 15
TENDANGAN PINALTI

Tendangan pinalti diberikan terhadap tim yang melakukan pelanggaran yang dihukum dengan tendangan bebas langsung, di dalam daerah pinaltinya sendiri dan ketika bola dalam permainan.
Gol dapat dicetak secara langsung dari tendangan pinalti.

Diperkenankan waktu tambahan untuk tendangan pinalti yang akan dilakukan pada akhir setiap babak atau pada akhir setiap periode perpanjangan waktu.

POSISI  BOLA  DAN  PARA  PEMAIN
Bola :
  • Bola ditempatkan di titik pinalti.
Pemain yang mengambil tendangan pinalti:
  • Teridentifikasi dengan benar
Penjaga gawang tim bertahan:
  • Tetap berada pada garis gawangnya, menghadap ke penendang, diantara kedua tiang gawang, di bawah palang gawang hingga bola telah ditendang.
Posisi pemain lain selain penendang:
  • Tetap berada didalam lapangan.
  • Diluar daerah pinalti
  • Dibelakang atau di samping titik pinalti.
  • Paling kurang berjarak 5 meter dari titik pinalti.


PROSEDUR
  • Pemain yang melakukan tendangan pinalti menendang bola ke arah depan.
  • Pemain yang melakukan tendangan pinalti tidak boleh memainkan bola untuk kedua kali hingga bola disentuh/menyentuh pemain lainnya.
  • Bola dalam permainan dan setelah bola ditendang dan bergerak kearah depan.

Ketika dilakukan tendangan pinalti terjadi selama pertandingan normal dilakukan atau dengan waktu perpanjangan baik setengah babak maupun penuh, untuk melakukan tendangan pinalti atau tendangan pinalti diulang, sebuah gol diberikan atau dikatakan sah jika sudah melewati kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang.
  • Bola menyentuh salah satu tiang gawang, atau kedua tiang gawang atau palang gawang dan atau penjaga gawang.

PELANGGARAN  DAN  SANGSI
Jika seorang pemain dari tim yang bertahan melanggar peraturan ini :
  • Tendangan diulang, jika tidak tercipta gol.
  • Tendangan tidak diulang, jika tendangan tercipta gol.

Jika rekan tim pemain yang melaksanakan tendangan melanggar peraturan ini maka :
  • Tendangan diulang, jika tercipta gol.
  • Jika tidak teripta gol, wasit hentikan permainan dan memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung untuk tim bertahan, dilaksanakan dari tempat dimana bola berada (saat itu) ketika pelanggaran terjadi.

Jika pemain yang melaksanakan tendangan melanggar peraturan tendangan pinalti ini, setelah bola berada dalam permainan:
  • Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi. Kecuali tendangan terjadi didalam daerah pinalti, yang mana tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pemain dari tim bertahan dan pemain dari tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan ini :
  • Tendangan pinalti diulang.

Jika bola mengenai sesuatu (benda) setelah disentuh/ditendang ke depan :
  • Tendangan diulang.
Jika bola mantul kedalam permainan dari penjaga gawang, dari palang gawang atau dari tiang gawang dan kemudian mengenai sesuatu (benda):
wasit hentikan permainan (sementara).
Memulai kembali permainan dengan menjatuhkan bola (dropped ball) pada tempat dimana bola mengenai sesuatu (benda).

PERATURAN 16
TENDANGAN KEDALAM

Tendangan kedalam adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol tidak dapat disahkan langsung dari tendangan kedalam.
Tendangan kedalam diberikan:
  • Jika keseluruhan bagian dari bola melewati garis samping, baik menggelinding di permukaan lapangan maupun melayang di udara atau menyentuh langit-langit.
  • Di tempat persilangan garis samping lapangan.
  • Kepada Tim lawan dari pemain yang terakhir kali menyentuh bola.

POSISI  BOLA  DAN  PEMAIN
BOLA
  • Harus ditempatkan pada garis pembatas lapangan (garis samping).
  • Dapat ditendang kembali kedalam permainan ke arah manapun.

Pemain mengambil tendangan kedalam:
  • Pada saat menendang bola, bagian dari setiap kakinya berada pada garis pembatas lapangan atau di luar garis pembatas lapangan.

Pemain dari tim yang bertahan:
  • Para pemain minimum berjarak 5 meter dari bola tempat dimana dilakukannya tendangan kedalam.

PROSEDUR
  • Pemain, penendang kedalam harus melakukannya dalam waktu 4 detik dari saat menempatkan bola.
  • Pemain melakukan tendangan kedalam tidak dapat atau tidak boleh memainkan bola kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/ disentuh pemain lainnya.
  • Bola berada dalam permainan segera setelah bola tersebut ditendang atau disentuh.

PELANGGARAN  DAN  SANGSI
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika:
  • Pemain yang melakukan tendangan kedalam memainkan bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersentuh/menyentuh pemain lain. Tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi, kecuali hal tersebut dilakukandari daerah pinalti dan dilaksanakan pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

Tendangan kedalam diulang oleh pemain dari tim lawan, jika:
  • Tendangan kedalam dilakukan tidak dengan benar.
  • Tendangan kedalam dilakukan dari posisi selain tempat dimana bola melewati garis pembatas lapangan.(garis samping)
  • Tendangan kedalam tidak dilakukan dalam waktu 4 detik mulai dari saat pemain menempatkan bola hingga melakukan tendangan.
  • Terjadinya pelanggaran pada peraturan lain.

PERATURAN 17
PEMBERSIHAN GOL

Pembersihan gol adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol  tidak dapat dikatakan sah apabila gol dilaksanakan melalui ditendang atau dilempar langsung dari gawang oleh penjaga gawang.

Pembersihan gol  diberikan jika :
  • Keseluruhan bola telah disentuh oleh pemain dari tim penyerang, telah melewati garis gawang, apakah menggelinding di tanah atau melayang di udara dan gol tidak tercetak sesuai Peraturan No. 11.

PROSEDUR
  • Bola dilempar dari titik manapun dalam daerah pinalti oleh penjaga gawang dari tim bertahan.
  • Para pemain lawan harus tetap berada diluar daerah pinalti sampai bola berada dalam permainan.
  • Penjaga gawang tidak boleh memainkan bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut dimainkan oleh pemain lawan atau melewati garis tengah lapangan.
  • Bola dalam permainan ketika bola tersebut dilempar langsung keluar dari daerah pinalti.

PELANGGARAN  DAN  SANGSI
Jika bola tidak dilempar langsung keluar daerah pinalti:
  • Pembersihan gol diulang.

Jika bola sudah dalam permainan, penjaga gawang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersebut dimainkan pemain lawan atau melewati garis tengah lapangan:
  • Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dari tempat dimana pelanggaran terjadi. Kecuali hal tersebut terjadi didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

Setelah bola berada dalam permainan, penjaga gawang menerimanya kembali dari rekan tim:
  • Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

Jika pembersihan gol dilaksanakan dalam waktu lebih dari 4 detik oleh penjaga gawang yang memegang bola:
  • Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari garis daerah penalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

PERATURAN  18
TENDANGAN  SUDUT

Tendangan sudut adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol dapat tercetak langsung dari tendangan sudut, tetapi hanya dilakukan terhadap tim lawan.



Tendangan Sudut diberikan apabila:
  • Keseluruhan bagian dari bola, telah menyentuh seorang dari pemain bertahan melewati garis gawang, baik mengelinding di tanah permukaan atau melayang di udara dan gol tidak tercetak sesuai dengan Peraturan No.11.

Prosedur
  • Bola ditempatkan tepat didalam busur sudut, yang terdekat.
  • Para pemain lawan berada pada jarak tidak kurang 5 m dari bola.
  • Bola ditendang oleh pemain dari tim penyerang yang mendapat tendangan sudut.
  • Bola berada dalam permainan setelah bola ditendang atau disentuh dan keluar dari daerah tendangan sudut.
  • Penendang tidak boleh memainkan bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut disentuh/ tersentuh pemain lain.

PELANGGARAN  DAN  SANGSI
Tendangan bebas tidak langsung dapat dilaksanakan oleh tim lawan, jika:
  • Pemain yang melaksanakan tendangan sudut memainkan bola kedua kalinya sebelum bola tersebut menyentuh pemain lain. Tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan pemain tim lawan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
  • Tendangan sudut dilakukan dalam waktu tidak lebih 4 detik oleh pemain yang akan melaksanakan tendangan menempatkan bola.
  • Tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari busur sudut.

Untuk  pelanggaran lainnya :
  • Tendangan sudut diulangi.

PROSEDUR  UNTUK  MENENTUKAN  PEMENANG  PERTANDINGAN
Waktu tambahan dan tendangan dari titik pinalti adalah cara untuk menentukan tim pemenang, apabila peraturan kompetisi mengisyaratkan harus ada tim pemenang setelah pertandingan berakhir dengan seri.

PENAMBAHAN  WAKTU
Waktu tambahan terdiri dari dua waktu yang sama yaitu lima menit setelah waktu istirahat selama lima menit. Jika tidak ada gol yang dicetak selama dua babak dari penambahan waktu tersebut dan nilai akhir tetap berimbang, maka pertandingan ditentukan melalui tendangan dari titik pinalti.
PROSEDUR  TENDANGAN  DARI TITIK  PINALTI
  • Wasit memilih gawang yang akan dilakukan tendangan dari titik pinalti.
  • Wasit melempar koin dan kapten tim yang memenangkan lemparan koin tersebut memutuskan melaksanakan tendangan pertama ataukah yang kedua.
  • Wasit dan pencatat waktu mencatat tendangan yang dilakukan.
  • Masing-masing tim melakukan lima tendangan dari titik pinalti.
  • Tendangan dilakukan secara bergantian oleh kedua tim.
  • Jika sebelum tendangan kelima kali dilakukan, salah satu tim telah unggul dan tak mungkin terkejar, maka sisa tendangan tidak perlu dilakukan.
  • Setelah kedua tim melakukan lima tendangan dan hasil angka akhir sama maka, tendangan dilanjutkan dengan cara yang sama, sampai dengan salah satu tim ada yang unggul dari jumlah pemain penendang yang sama, semua pemain dan (pemain) cadangan dapat dipilih untuk melaksanakan tendangan dari titik pinalti.
  • Setiap tendangan dari titik pinalti dilaksanakan oleh pemain yang berbeda. Tendangan yang kedua dapat dilakukan setelah semua pemain telah mendapatkan gilirannya.
  • Pemain yang diperbolehkan melakukan tendangan dapat menggantikan posisi penjaga gawang dalam setiap saat selama pelaksanaan tendangan dari titik pinalti dilakukan.
  • Hanya pemain yang telah ditunjuk sebagai penendang dari titik pinalti dan petugas pertandingan saja yang boleh tetap berada didalam lapangan.
  • Semua pemain, kecuali pemain yang ditunjuk  laksanakan tendangan dan dua penjaga gawang, harus tetap didalam lapangan permainan dan berada di setengah lapangan dari arah yang berlawanan.
  • Kecuali ditentukan lain, peraturan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Sepak Bola Internasional berlaku juga untuk tendangan dari titik pinalti.
  • Pada saat setelah pertandingan selesai, jika jumlah pemain salah satu tim melebihi jumlah pemain lawannya maka, tim dengan jumlah pemain lebih tersebut harus mengurangi jumlah pemainnya hingga jumlah keduanya sama. Nama dan jumlah yang tidak ikut serta harus dilaporkan kepada wasit. Kapten tim bertanggung jawab akan hal ini.
  • Sebelum memulai tendangan dari titik pinalti, wasit harus sudah memastikan bahwa pemain yang sudah ditunjuk saja yang berhak melakukan tendangan dari titik pinalti dan tetap berada didalam lapangan untuk melakukan tendangan itu.